Deforestasi P.Sumatra

Setelah P. Jawa, maka P. Sumatra merupakan pulau dengan tekanan perubahan lahan yang tinggi. Sejak pendudukan Belanda, konversi hutan menjadi perkebunan telah berlangsung di sini. Dilanjutkan dengan era eksploitasi hutan melalui HPH sejak UU penanaman modal dalam negeri dan asing pada sekitar tahun  1970an (Prasetyo & Minoru, 1995). Berlanjut dengan era reformasi yang dikuti dengan periode otonomi daerah, konversi hutan (deforestasi) terus berlangsung. Deforestasi terjadi di semua fungsi hutan, bahkan kawasan konservasi pun tidak luput dari proses deforestasi ini (Prasetyo et al.2008).

Pada periode 2000 – 2009 (9 tahun) terjadi deforestasi kurang lebih 2 juta hektar, atau 230 ribu hektar per tahun.

Pada grafik pie di atas, hutan pada tahun 2000, 86% masih tetap hutan, 7.23% menjadi belukar (ini mungkin lahan bera pada pola pertanian berpindah) dan 1.8 % untuk perkebunan (Sawit & karet).

Kalau perubahan itu terjadi secara linier (ceteris paribus), maka bisa diramalkan berapa tahun lagi hutan tropis P.Sumatra akan ada ?  Apakah bisa diprediksi ? Kalau proses  tidak terjadi linier faktor apa yang akan mempengaruhinya ? Apakah akan sama dengan Jawa, sampai lowland forest habis baru deforestasi akan berhenti ? Apakah harus menunggu itu karena konsekuensinya akan sangat mahai… kepunahan species dan…. bencana alam !

 

Leave a Reply