Istilah terkait REDD+

Dalam literatur terkait REDD+ (Reduction Emission from Deforestation & Forest Degradation +) banyak sekali istilah yang asing, dan relatif baru.  Berikut dipetik beberapa istilah dari buku draft “Strategi dan Rencana Implementasi Pengukuran, Pematauan, dan Pelaporan yang terverifikasi (MRV) (sumber: Satgas REDD+: http://www.satgasreddplus.org/)

Aksi-aksi Mitigasi yang Tepat pada Level Nasional/Nationally Appropriate Mitigation Actions (NAMAs)

Himpunan tindakan atau kebijakan yang dilakukan sebuah negara untuk memenuhi komitmen pengurangan emisi Gas Rumah Kaca, yang sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan.  Copenhagen Climate Conference (Desember 2009) menggunakan NAMAs khusus untuk negara Non-Annex I dan tidak menegaskan bagaimana bentuk tindakan tersebut.

Bahan organik tanah (soil organic matter)

Karbon organik dalam tanah mineral dengan kedalaman tertentu yang diterapkan secara konsisten sepanjang waktu, termasuk bagian akar yang halus (hidup ataupun mati) dan bahan organik mati berukuran diameter minimum 2 mm. Kedalaman tanah umumnya 30 cm.

Biomassa di atas tanah (aboveground biomass)

Biomassa yang tersimpan dalam vegetasi/tumbuhan, baik tumbuhan berkayu maupun tumbuhan bawah/herba di atas tanah, termasuk tunggak, batang, cabang, ranting, kulit, daun, bunga dan buah.  Biomassa tumbuhan bawah dapat diabaikan apabila kontribusinya terhadap total biomassa di atas tanah sangat kecil.

Biomassa di bawah tanah (belowground biomass)

Biomassa yang tersimpan di bagian akar tumbuhan yang hidup.  Bagian akar yang halus berdiameter kurang dari 2 mm dapat diabaikan karena sering tidak dapat dipisahkan dari bahan organik tanah atau serasah.

Carbon pool

Suatu sistem yang mempunyai mekanisme untuk mengakumulasi atau melepaskan karbon.  Ekosistem hutan memiliki lima carbon pools utama, yaitu biomassa di atas tanah, biomassa di bawah tanah, kayu mati, serasah, dan bahan organik tanah.

Data aktifitas (activity data)

Data tentang besaran aktifitas manusia yang menghasilkan emisi atau menyerap emisi.  Dalam konteks REDD+, data aktifitas ini biasanya mengacu pada luas lahan dalam sebuah sistem manajemen.

Deforestasi (deforestation)

Perubahan lahan hutan menjadi tidak berhutan akibat kegiatan manusia.

Degradasi hutan (forest degradation)

Penurunan stok karbon di areal-areal yang masih berupa hutan yang disebabkan oleh campur tangan manusia yang dapat diukur dalam kurun waktu tertentu (RECOFTC, 2009).

Emisi Gas Rumah Kaca (GHG emission)

Pelepasan gas-gas ke atmosfer pada area tertentu dalam jangka waktu tertentu yang bertanggung jawab sebagai penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Gas-gas rumah kaca (GRK) tersebut adalah karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitrogen oksida (N2O),  hydrofluorocarbons (HFCs), perfluorocarbons (PFCts) dan sulphur hexafluoride (SF6).  Emisi dari GRK ini umumnya dinyatakan dalam bentuk setara CO2 (carbon dioxide equivalent= CO2e).

Faktor emisi (emission factor)

Sebuah nilai yang mengkuantifikasikan pelepasan atau penyerapan Gas Rumah Kaca per satuan luas.

Faktor serapan (removal factor)

Sebuah nilai yang mengkuantifikasikan penyerapan karbon dari udara oleh sistem terestris dan disimpan dalam lima carbon pools.

Gas Rumah Kaca (Green House Gas/GHG)

Gas yang terkandung dalam atmosfer, baik alami maupun antropogenik, yang menyerap dan memancarkan kembali radiasi inframerah.

Kebocoran (leakage)

Fenomena yang terjadi ketika pengurangan emisi di suatu area implementasi REDD+ menyebabkan meningkatnya emisi di wilayah lain.

Kerangka Pengaman (safeguards)

Kriteria dan indikator yang tercakup di dalam kebijakan nasional untuk memastikan bahwa pelaksanaan REDD+ tidak menyimpang dari tujuan awalnya, terkait tata kelola program dan akuntabilitas finansial, dampak pada hubungan dan posisi sosial bagi kelompok masyarakat rentan, dan dampak terhadap lingkungan hidup.

Ketidakpastian (uncertainty)

Kelemahan dan/ kekurangan pengetahuan (lack of knowledge) tentang nilai sebenarnya sebuah variabel atau kombinasi beberapa variabel, yang nilainya dinyatakan dalam bentuk selang kepercayaan dengan tingkat kepercayaan 95%.

Konservasi stok karbon hutan (forest carbon stock conservation)

Tindakan-tindakan untuk menjaga dan melindungi hutan dengan tujuan agar stok karbon didalamnya tidak berkurang melalui tindakan-tindakan yang bersifat melindungi dan konservasi.

Manfaat ikutan (Co-benefit)

Manfaat dari skema REDD+ (selain pengurangan emisi GRK), seperti pengentasan kemiskinan, menjaga lingkungan, meningkatkan keanekaragaman hayati, meningkatkan tata kepemerintahan hutan dan melindungi hak asasi manusia.

Pelaksana REDD+ (REDD+ proponent)

Lembaga/organisasi yang memenuhi aturan dan syarat tertentu untuk menjalankan dan mendaftarkan program/proyek/kegiatan REDD+ yang dilaksanakannya kepada Lembaga REDD+ Nasional melalui rekomendasi dari lembaga REDD+ di tingkat Sub Nasional.  Pelaksana dapat berupa badan usaha, organisasi masyarakat sipil, lembaga pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat.  Persyaratan pendaftaran program proyek/kegiatan dan pelaksananya dikembangkan di daerah dengan prinsip-prinsip yang ditentukan oleh Lembaga REDD+ Nasional serta sejalan dengan aturan-aturan dan kearifan di daerah (Satgas REDD+, 2012)

Pelaporan (Reporting)

Salah satu kegiatan dalam MRV berupa penyampaian hasil-hasil inventarisasi Gas Rumah Kaca dari berbagai sektor pada suatu wilayah (Nasional, Provinsi, Kabupaten atau kegiatan demonstrasi REDD+ di tapak) yang bersifat menyeluruh, konsisten dan transparan.

Pemantauan (Monitoring)

Proses mengamati atau memeriksa dengan cermat sebuah variabel yang pernah diukur dan dibandingkan dengan hasil pengukuran awal.

Pengukuran (Measurement)

Mengkuantifikasikan atau memberi nilai sebuah variabel melalui perbandingan dengan sebuah satuan baku (misalnya sentimeter, kilogram, dan/ hektar).

Peningkatan stok karbon hutan (Forest carbon stock enhancement)

Berbagai upaya untuk memperbesar jumlah karbon berupa tumbuhan dan pepohonan hutan melalui upaya penanaman dan usaha lainnya agar pertambahan biomassanya meningkat, misalnya pemupukan, pembukaan tajuk, dll.

Reduksi  Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan dan Lahan Gambut yang Melindungi Keanekaragaman Hayati dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat / REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation and the role of conservation, sustainable management of forests and enhancement of forest carbon stocks in developing countries)

REDD+ adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, dan memasukkan upaya-upaya konservasi karbon hutan, pengelolaan hutan yang berkelanjutan, dan peningkatan stok karbon hutan.  REDD+ dapat dilakukan melalui pendekatan dan tindakan yang beragam, tetapi ide intinya adalah untuk menciptakan mekanisme berbasis prestasi yang memberi imbalan kepada proyek atau Negara yang menghasilkan pengurangan emisi.

Serapan karbon (Carbon sequestration)

Proses biokimia pengikatan karbon di atmosfer oleh mahluk hidup, termasuk vegetasi dan mikro organisme tanah.

Stok karbon (carbon stock)

Jumlah karbon yang ada dalam carbon pool pada waktu tertentu.

Tingkat Emisi Rujukan (Reference Emission Level)

Jumlah emisi (kotor) yang diestimasi pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu, jika tidak ada aktifitas REDD+.  Istilah ini muncul dalam REDD+, dimana tingkat emisi dihitung hanya dari emisi yang dilepaskan.

Tingkat Rujukan (Reference Level)

Jumlah emisi (kotor/bersih) dan penyerapan yang diestimasi. pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu, seandainya tidak ada aktifitas REDD+.  Istilah Tingkat Rujukan (Reference Level) muncul dalam REDD+ dimana tingkat emisi diperoleh dari selisih emisi yang dilepaskan dengan emisi yang diserap.  Tingkat rujukan digunakan sebagai alat pemantau kecenderungan emisi.  Ketika kecenderungan menunjukkan emisi yang meningkat, dengan kata lain peluang mencapai target penurunan emisi mengecil, maka aktifitas penurunan emisi yang sedang berjalan perlu dikoreksi, demikian pula sebaliknya.

Verifikasi (Verification)

Proses kaji ulang  terhadap laporan hasil kegiatan REDD+ yang dilakukan oleh lembaga independen secara transparan untuk memeriksa dan menilai apakah laporan hasil kegiatan REDD+ didokumentasikan dengan baik dan untuk memastikan kelengkapan, akurasi, keterbukaan (transparency), konsistensi dan komparabilitas dari metode dan data yang dilaporkan sudah sesuai dan konsisten merujuk pada standar yang ada dalam panduan UNFCCC.

Leave a Reply